Jumat, 25 Februari 2011

ARTHROPODA

Filum Arthropoda 

Arthropoda (berasal dari kata arthros = ruas, podos = kaki) merupakan hewan yang memiliki kaki berbuku-buku. Merupakan hewan triploblastik acoelomata dengan simetri bilateral.  Secara umum memiliki 3 kharakter utama yaitu tubuh bersegmen (ruas), memiliki rangka luar (eksoskeleton) yang keras, dan ekor.  Tubuh dibungkus oleh kutikula sebagai rangka luar yang terbuat dari protein dan kitin.

Ukuran tubuh bervariasi dari yang berukuran kecil (dalam mm) sampai yang berukuran besar (dalam meter)
- Bentuk tubuh beruas-ruas dan tubuh dibedakan atas daerah kepala (caput), dada (thoraks) dan perut (abdomen).
Struktur dan fungsi tubuh Alat indra pada hewan arthropoda berkembang dengan baik seperti indra penglihatan, penciuman, antene untuk peraba dan penciuman, sebagian besar terletak dibagian anterior tubuh. Sistem peredaran darah terbuka, darah berupa hemolimphe dan mempunyai jantung pembuluh. Sistem respirasi arthropoda yang hidup di air dengan menggunakan insang, dan permukaan tubuh, sedangkan yang hidup di darat menggunakan sistem trakea dan paru-paru buku. Sistem ekskresi dengan menggunakan pembuluh Malpighi atau kelenjar hijau. Sistem syarafnya tangga tali.
Reproduksi dilakukan secara seksual dengan fertilisasi internal, sebagian mengalami metamosfosis dalam daur hidupnya.

Berdasarkan pembagian tubuh dan jumlah kaki filum arthropoda dikelompokkan atas 4 kelompok yaitu:
1. Crustacea
2. Arachnida
3. Myriapoda terdiri atas Chilopoda dan Diplopoda
4. Insecta

Crustacea
- crusta berarti cangkang, Crustacea disebut juga hewan bercangkang.
- Habitat Crustacea sebagian besar di air tawar dan air laut, hanya sedikit yang hidup di darat
- Tubuh bersegmen, terbagi atas sefalotoraks (kepala dan dada menyatu) serta abdomen (perut). Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit.
- Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu: (1) 2 pasang antene, (2) 1 pasang mandibula, (3) 1 pasang maksila, (4) 1 pasang maksiliped. Maksilla dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut


 Arachnida :
  1. Arachnoidae : Laba laba
  2. Scorpionidae : kalajengking
  3. Acarina : caplak
















INSECTA


Ciri-ciri 
-
Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut.
-
Kepala dengan:
a. Satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan satu pasang
antena sebagai alat peraba.
b. Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah, menghisap, menjilat dan
menggigit.
-
Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila),
dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium)
-
Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax,mesothorax dan metathorax. Pada segmen terdapat sepasang kaki.




Pada setiap mesotoraks (mesothorax) dan metatoraks (metathorax) terdapat dua
pasang sayap, tetapi ada pula yang tidak memiliki sayap.

-
Perut (abdomen) memiliki sebelas (11) ruas atau beberapa ruas saja. Pada
belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi
untuk meletakkan
telurnya. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran tympanum.
-
Alat pencernaan terdiri atas: mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus,
rektum dan anus.
-
Sistem saraf tangga tali.
-
Sistem pernafasan dengan sistem trakhea.
-
Sistem peredaran darah terbuka.
-
Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal.
-
Tempat hidup di air tawar dan darat.
-
Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dari telur
sampai dewasa.








Klasifikasi (penggolongan) Insecta (serangga)
Serangga dalam perkembangannya menuju dewasa mengalami metamorfosis.
Metamorfosis adalah perubahan bentuk serangga mulai dari larva sampai
dewasa. Adapula serangga yang selama hidupnya tidak pernah mengalami
metamorfosis,misal kutu buku (Episma saccharina). Berdasarkan metamorfisnya,
seranggadibedakan atas dua kelompok, yaitu: Hemimetabola dan Holometabola.
Hemimetabola
Hemimetabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.
Dalam daur hidupnya Hemimetabola serangga mengalami tahapan perkembangan
sebagai berikut:

1. Telur
2. Nimfa, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama
dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit.
3. Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua
organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya.



Kelompok Hemimetabola meliputi beberapa ordo, antara lain:
1. Achyptera atau Isoptera
2. Orthoptera
3. Odonata
4. Hemiptera
5. Homoptera


Berikut pelajarilah uraian ordo-ordo tersebut satu persatu dan dimuali dari
ordo Archyptera/Isoptera.
1. Ordo Archyptera atau Isoptera
Ciri-ciri ordo Archyptera:
-
Metamorfosis tidak sempurna.
-
Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya.
Kedua sayap tipis seperti jaringan.
-
Tipe mulut menggigit.
Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai)
Keterangan:
Pada rayap terjadi polimorfisme, artinya di dalam satu spesies terdapat bermacam-macam bentuk dengan tugas yang berbeda. Rayap hidup berkoloni, dalam koloni ini terjadi pembagian tugas kerja, yaitu:

-
Ratu, yakni laron (rayap betina fertil). Biasanya tubuh gemuk dan
tugasnya adalah bertelur.

-
Raja, yaitu laron (rayap jantan fertil), tugasnya melestarikan keturunan.

-
Serdadu, rayap yang bertugas mempertahankan sarang dan koloni dari gangguan hewan lain.

-
Pekerja, rayap yang bertugas memberi makan ratu dan raja, serta menjaga sarang dari kerusakan. Sifat rayap pekerja dan rayap serdadu bersifat steril.




2. Ordo Orthoptera (serangga bersayap lurus)
Ciri-ciri ordo Orthoptera:
-
Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan
sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput.
Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang,
setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat
dan besar.
-
Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya.
-
Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat
digunakan untuk meletakkan telur.
-
Tipe mulutnya menggigit.


Contoh:
- Belalang (Dissostura sp)
- Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum)
- Belalang sembah (Stagmomantis sp)
- Kecoak (Blatta orientalis)
- Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)
- Jangkrik (Gryllus sp)





3. Ordo Odonata
Ciri-ciri Ordo Odonata:

- Mempunyai dua pasang sayap
- Tipe mulut mengunyah
- Metamorfosis tidak sempurna
- Terdapat sepasang mata majemuk yang besar
- Antenanya pendek
- Larva hidup di air
- Bersifat karnivora

Contohnya :
- Capung (Aeshna sp)
- Capung besar (Epiophlebia)

4. Ordo Hemiptera (bersayap setengah)
Ciri-ciri Hemiptera :
- Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput.
- Tipe mulut menusuk dan mengisap
- Metamorfosis tidak sempurna.
Contohnya :
- Walang sangit (Leptocorixa acuta)
- Kumbang coklat (Podops vermiculata)
- Kutu busuk (Eimex lectularius)
- Kepinding air (Lethoverus sp)




5. Ordo Homoptera (bersayap sama)
Ciri-ciri Homoptera :
- Tipe mulut mengisap
- Mempunyai dua pasang sayap
- Sayap depan dan belakang sama, bentuk transparan.
- Metamorfosis tidak sempurna.
Contohnya :
- Tonggeret (Dundubia manifera)
- Wereng hijau (Nephotetix apicalis)
- Wereng coklat (Nilapervata lugens)
- Kutu kepala (Pediculushumanus capitis)
- Kutu daun (Aphid sp)




Kelompok Holometabola
Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis
sempurna.Tahapan dari daur serangga yang mengalami
metamorfosis sempurna
adalah telur – larva – pupa – imago. Larva adalah hewan
muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa.
Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga
tidak melakukan kegiatan, pada saat itu
pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ.
Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.
Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok Holometabola ini meliputi
6 ordo, yaitu ordo:
1. Neuroptera
2. Lepidoptera
3. Diptera
4. Coleoptera
5. Siphonoptera
6. Hymenoptera

Selanjutnya pelajarilah uraian tiap-tiap ordo dan dimulai
dengan ordo Neuroptera.

1. Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala)
Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala.
Contoh: undur-undur – metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur, larva, pupa (kepompong), imago)


2. Ordo Lepidoptera (bersayap sisik)
Ciri-ciri ordo Lepidoptera:
-
Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.
-
Metamorfosis sempurna, yaitu memiliki siklus hidup: telur – larva – kepompong (pupa) – imago
-
Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Pupa mummi: bagian badan kepompong terlihat dari luar

b. Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon.
-
Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan.

Ordo Lepidoptera dibagi menjadi 2 sub ordo:

a. Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang)
Contohnya:
- Hama kelapa (Hidari irava)
- Hama daun pisang (Erlonata thrax)
- Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon)
- Kupu sirama-rama (Attacus atlas)


Sub ordo Heterocera (kupu-kupu malam)
Sering juga disebut ngengat. Hidup aktif pada
malam hari. Jika hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk otot.
Contohnya:
- Ulat tanah (Agrotis ipsilon)
- Ulat jengkol (Plusia signata)
- Kupu ulat sutra (Bombyx mori)


3. Ordo Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang)
Ciri-ciri ordo Diptera:
- Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter.
- Mengalami metamorfosis sempurna.
- Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai disebut probosis.
Contohnya:
- Lalat (Musca domestica)
- Nyamuk biasa (Culex natigans)

- Nyamuk Anopheles
- Aedes (inang virus demam berdarah)







Untuk membedakan nyamuk Culex, Anopheles dan Aedes perhatikan gambar 23 berikut ini!


Gambar Perbedaan posisi larva dan pupa nyamuk di dalam air serta posisi nyamuk dewasa dalam keadaan hinggap



4. Ordo Coleoptera (bersayap perisai)

Ciri-ciri ordo Coleoptera:
-
Mempunyai dua pasang sayap.
-
Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat
tanduk disebut dengan elitra, sayap belakang seperti selaput.
-
Mengalami metamorfosis sempurna.
-
Tipe mulut menggigit.


Contoh:

a. Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit dan lain-lain.
b. Kumbang buas air (Dystisticus marginalis)
c. Kumbang beras (Calandra oryzae)


5. Ordo Siphonoptera (bangsa pinjal)
Ciri-ciri ordo Siphonoptera :
-
Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat kuat dan berguna
untuk meloncat.
-
Mempunyai mata tunggal.
-
Tipe mulut mengisap.

-
Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala
– dada dan perut tidak jelas)
-
Metamorfosis sempurna



Contoh:
-
Pinjal manusia (Pubex irritans)
-
Pinjal anjing (Ctenocephalus canis)
-
Pinjal kucing (Ctenocephalus felis)
-
Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal pada tikus dapat
menularkan kuman pes / sampar.


6. Ordo Hymenoptera (bersayap selaput)
Ciri-ciri ordo Hymenoptera:
-
Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput.
-
Tipe mulut menggigit.



Contoh:
-
Lebah madu (Apis mellifera)
-
Kumbang pengisap madu (Xylocopa) biasanya melubangi
kayu pada bangunan rumah


Filum ECHINODERMATA

 Species dari echinodermata  seluruhnya ada di laut , termasuk landak laut, bintang ular, teripang dan bintang laut. Pada saat dewasa tubuhnya simetri radial meskipun saat muda simetri bilateral. Echinodermata memiliki endoskeleton terdiri dari cakram berkapur dengan duri-duri. Echinodermata belum memiliki otak, mempunyai sistem pembuluh air yang membentuk kaki tabung.


Klasifikasi Echinodermata


Crinoidea
Kelas ini mencakup sekitar 600 spesies crinoida, “lilia” laut yang berjalan dengan rumbai-rumbai yang dapat bergerak. Lengan-lengan bercabang digunakan untuk menyaring makanan serta memberi bentuk menyerupai bunga atau tumbuhan.

Holothuroidea
Holothuroidea memiliki 1,500 spesies teripang. Holothuroidea memiliki tubuh berbulu memanjang dan mendapat makanan dengan tentakel yang terletak di sekitar mulut.



Echinoidea
Memiliki sekitar 950 spesies bulu babi dan pasir dolar yang kedua-duanya memiliki duri-duri yang mereka gunakan untuk bergerak, mempertahankan diri serta membuat lubang.



Ophiuroidea
Ophiuroidea memiliki sekitar 2,000 spesies bintang ular. Bintang ular memiliki cakram dengan lima lengan yang panjang yang membuat mereka bergerak lebih cepat.

Asteroidea
Asteroidea memiliki sekitar 1,500 spesies bintang laut, yang kebanyakan memiliki tubuh yang pipih secara dorsoventral. Bintang laut memiliki cakram pusat dengan 5 aytau kelipatan 5 lengan yang kekar tertancap padanya. Bintang laut hidup di sepanjang pantai berkarang memakan kerang, tiram dan bivalvia lainnya.
Tubuhnya memiliki satu sisi oral (mulut) dan aboral (atas). Duri-duri muncul dari lempeng endoskeletal melalui kulit yang tipis. Pediselaria mirip penjepit menjaga permukaan dari partikel kotoran. Pertukaran udara dilakukan oleh isang kulit. Pada permukaan oral setiap lengan memiliki sebuah jalur rongga dengan kaki tabung.
Bintang laut memasukan apaun ke dalam perutnya. Bintang laut mengeluarkan enzim perut untuk mencerna mangsanya yang dipecah kecil-kecil untuk dimasukkan ke dalam perut berpilorus. Sebuah usus pendek keluar menuju sebuh anus di sisi aboral. Setiap lengan memiliki coelom yang telah berkembang dengan baik dan berisi sepasang kelenjar pencernaan dan kelenjar kelamin jantan atau betina.



Sistem saraf berupa sebuah cincin pusat dengan saraf radial di setiap lengan. Terdapat bintik mata peka cahaya di ujung setiap lengan untuk koordinasi meski dengan respon lambat.
Pergerakan tergantung pada sistem pembuluh air. Air masuk dari sisi aboral melalui lempeng tapis (madreporite), air melewati saluran batu menuju saluran cincin dan dari saluran cincin menuju saluran radial di setiap lengan. Saluran radial mengisi saluran lateral yang meluas ke kaki tabung. Kontraksi ampulla mendorong air ke dalam kaki tabung.

CHORDATA


Semua filum chordata memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur yang terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka, sehingga disebut sumbu tubuh.
Ciri:ciri:
- Coelom sudah berkembang dengan baik dan simetri tubuh bilateral.
- Memiliki sistem organ yang kompleks dengan metameri (pembagian) organ tubuh yang jelas.
- System syaraf berupa pembuluh yang terletak di bagian dorsal dari notochorda.
Filum chordate dibedakan atas 4 sub filum yaitu: Hemichordata, urochordata, chephalochordata, dan vertebrata.

A. HEMICHORDATA
Merupakan hewan chordate dengan tingkatan yang paling sederhana. Ciri-cirinya adalah:
1. Bentuk tubuh seperti cacing, ujung depan terdapat belalai (proboscis) yang berfungsi untuk melubangi tanah. Tubuh terdiri atas belalai, leher dan badan
2. Notochord hanya ditemukan di bagian depan (anterior)
3. Habitat dilaut, dan bernapas dengan insang Contoh hemicho

B. UROCHORDATA (Tunikata)
Ciri-ciri:
1. Notochorda hanya ditemukan dibagian ekor
2. Pada saat larva berenang bebas, setelah dewasa melekat (sessil) pada dasar dan memiliki pelindung tubuh yang dihasilkan dari secret sel-sel ektodermnya.
3. Hidup berkoloni dengan habitat di laut

C. CHEPHALOCHORDATA
Ciri-ciri:
1. Notochorda terdapat disepanjang tubuh dan tampak jelas sampai dewasa
2. Hidup bebas sebagai rdate adalah cacing accorn 
Tubuh transparan, belum  memiliki kepala sejati, dengan celah insang yang terletak di kiri kanan farink. Pada ujung kepala terdapat alat peraba yang disebut sirrus. Contoh Chephalochordata adalah ikan lancet (Amphioxus).


D. VERTEBRATA
Hewan vertebrata termasuk filum chordata, tapi notochordnya tumbuh dan berkembang menjadi tulang belakang. Vertebrata disebut juga craniata karena memiliki tulang tengkorak (cranium).
Ciri-ciri:
Tubuh simetri bilateral, dengan lapisan penutup tubuh yang bervariasi ada yang bersisik, berbulu maupun berambut.
Tubuh terdiri atas kepala, badan, dua pasang anggota badan, dan ekor pada sebagian vertebrata.
Pada kepala terdapat, sepasang mata, sepasang telinga, hidung dan mulut yang dilengkapi dengan rahang.
Sistem pencernaan sempurna dengan saluran pencernaan mulai dari mulut dan berakhir di anus. Dilengkapi dengan kelenjar pencernaan.
Sistem pernapasan untuk hewan yang hidup di air dengan insang, syang hidup di darat dan air dengan menggunakan paru-paru dan kulit, sedangkan yang hidup di darat bernapas dengan paru-paru.
Alat ekskresi dengan menggunakan sepasang ginjal

Tidak ada komentar: