Senin, 14 Maret 2011

AYAN Penyakit Saraf Manusia

Tahukah Anda apa saja yang merupakan penyakit saraf manusia? Mungkin di antara kita pernah dikejutkan oleh seseorang yang secara tiba-tiba terjatuh, menggelepar, kejang-kejang, dan disertai buih busa yang keluar dari mulutnya. Tentu saja kita terkejut sebab kejadiannya begitu tiba-tiba. Panik sudah tentu sebab kita tidak tahu harus berbuat apa.
Terlebih lagi, banyak di antara kita tidak mengetahui persis mengapa seseorang tiba-tiba mengalami kejadian seperti itu. Seorang tokoh Yunani bernama Hippocrates adalah orang yang pertama kali mengidentifikasi gejala tersebut sebagai masalah pada otak atau disebabkan oleh roh jahat.


Epilepsi
Kejadian kejang-kejang tersebut merupakan suatu penyakit yang disebabkan terganggunya sistem saraf pada manusia. Jelaslah penyakit saraf ini hanya menimpa manusia sebab penyakit ini termasuk salah satu penyakit saraf manusia.
Tidak banyak yang tahu jika epilepsi atau yang lebih banyak dikenal masyarakat dengan istilah ayan merupakan penyakit saraf manusia. Ayan merupakan penyakit saraf tahunan yang timbul karena serangan mendadak berulang-ulang.
Sebagian masyarakat zaman dulu kerap memasukkan sendok ke dalam mulut penderita ayan jika penyakit saraf ini kambuh. Mereka beranggapan sendok akan menghalangi lajunya busa dari dalam mulut sehingga penderita bisa segera kembali normal. Benar atau tidaknya, tentu mesti dibuktikan secara medis.
Pada penderita penyakit saraf manusia jenis ini, jutaan sel saraf (neuron) yang terdapat di dalam tubuh mempunyai tugas untuk mengkoordinasikan seluruh aktivitas manusia. Pada penderita penyakit saraf ini, sinyal-sinyal yang berhubungan dengan perasaan, penglihatan, berpikir, dan bergerak, tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.


Penyebab
Biasanya, hal itu disebabkan pernah terjadinya cedera di kepala, tumor otak, stroke, pengonsumsian alkohol, dan hal lain yang berhubungan dengan neuron. Bahkan, penyakit ayan bisa disebabkan saat proses kelahiran yang mengakibatkan kerusakan otak. Penyakit saraf ini bisa juga disebabkan faktor genetik, namun bukan merupakan penyakit turunan.
Alkohol menjadi penyebab ayan bukan pada saat meminum alkohol. Namun, sifatnya dilihat dari segi intensitas, kadar, dan efeknya. Pengonsumsian alkohol dalam jumlah tinggi, berlebih, dan sering, bisa memicu kerusakan sistem otak manusia.
Sifat alkohol yang keras bisa memicu rusaknya sel otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak. Akhirnya, seseorang tersebut bisa menderita penyakit saraf. Untuk mendiagnosis kerusakan otak, yaitu dengan menggunakan alat bantu.


Diagnosis
Alat bantu yang biasa digunakan untuk mengetahui kerusakan otak, yaitu Magnetic Resonance Imaging (MRI). Dalam alat ini, magnet yang sangat kuat dapat memberikan gambaran dalam tubuh atau otak seseorang. Alat bantu MRI memiliki kepekaan lebih untuk mengetahui otak daripada CT Scan.
Selain MRI, bisa digunakan sebuah alat yang dapat memeriksa gelombang otak. Alat ini diberi nama Electroencephalography (EEG).


Pengobatan
Penyakit ayan terkadang kambuh di saat yang tidak bisa diprediksi. Penyakit saraf ini termasuk penyakit saraf menahun. Meski termasuk penyakit saraf menahun, bukan berarti tidak bisa diobati. Penanganan yang tepat dapat mengembalikan fungsi sel otak sebagaimana mestinya.
Ada pun obat-oabat yang bisa dikonsumsi untuk membantu kesembuhan penderita penyakit saraf manusia ini, yaitu Carbamazepine, Carbatrol, Clobazam, Clonazepam, Depakene, Depakote, Depakote ER, Diastat, Dilantin, Felbatol, Frisium, Gabapentin, Gabitril, Keppra, Klonopin, Lamictal, Lyrica, Mysoline, Neurontin, Phenobarbital, Phenytek, Phenytoin, Sabril, Tegretol, Tegretol XR, Topamax, Trileptal, Valproic Acid, Zarontin, Zonegran, dan Zonisamide.
Tentunya, penggunaan obat-obatan tersebut harus dengan pengawasan dan resep dokter.
Sumber www.anneahira.com

Tidak ada komentar: