Kamis, 24 Maret 2011

MID-2 BIOLOGI

Informasi tentang ulangan mid semester 2 mapel Biologi untuk kelas XI-IA dan kelas X :
1. Utamakan kejujuran
2. Kerjakan sesuai perintah soal
3. Jumlah soal ada 10, berbentuk uraian objektif (UO)
    dan uraian non objektif (UNO)
4. Untuk kelas XI-IA  komposisi materi yang diujikan terdiri dari
    a. sistem pencernaan makanan        30%
    b. sistem respirasi pada manusia      30%
    c. sistem ekskresi                             40%
5. Untuk kelas X   komposisi materi yang diujikan terdiri dari :
    a. keanekaragaman hayati               30%
    b. regnum Plantae                            40%
    c. filum Porifera                               10%
    d. Vermes                                         20%
6. Jika ada soal yang kurang jelas, tanyakan kepada 
    Bapak/Ibu pengawas di ruanganmu
7. Selamat belajar

Kamis, 17 Maret 2011

MATA

Mata sebagai indera penglihatan adalah organ  yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual yang diterjemahkan di otak
Struktur mata terdiri atas aksesoris mata, otot bola mata, bola mata, saraf otak II, dan otak.
a. Aksesori mata
Aksesori mata terdiri atas alis mata, kelopak mata, bulumata dan aparatus lacrimalis yang masing-masing memiliki struktur dan fungsi yang berbeda.
1) Alis mata, terdiri atas rambut kasar yang terletak melintang di atas mata. Berfungsi untuk kecantikan dan melindungi mata dari keringat.
2) Kelopak mata, terdiri atas dua bagian, yaitu kelopak atas dan bawah. Karena otot mata mempunyai otot mulus levator palpebrae yang dapat menarik kelopak sehingga dapat terbuka dan otot mulus orbikularis okuli yang menyebabkan mata menutup. Kelopak berfungsi untuk melindungi bola mata dari zat asing yang ada di udara.
3) Bulu mata, ialah rambut pada ujung kelopak mata.
4) Aparatus lacrimalis, merupakan aksesori mata yang memiliki kelenjar air mata yang berfungsi untuk menghasilkan airmata.

b. Otot ekstrinsik bola mata
Pada setiap mata terdapat enam otot lurik yang menghubungkan bola mata dengan tulang di sekitarnya. Otot
ini berfungsi menggerakkan bola mata sehingga mata dapat melirik ke kanan, ke kiri, atas, dan bawah. Gerakan otot bola mata ekstrinsik ini berada di bawah kesadaran Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera. Empat di antaranya disebut otot rektus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus internal). Otot rektus berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Dua lainnya adalah otot obliq atas (superior) dan otot obliq bawah (inferior).
+


 c.Bola Mata
Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut.
Struktur Mata

a. Sklera
Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea. Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan.

b. Koroid
Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam; merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.

c. Retina
Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.
Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bola mata terbagi dua, yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi carian yang disebut aqueous humor dan bagian belakang terletak di belakang lensa berisi vitreous humor. Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam bentuk yang benar.
Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan. Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak mata disebut konjungtiva. Selaput ini peka terhadap iritasi. Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut saraf. Radang konjungtiva disebut konjungtivitis.
Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis.
Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalam mata.

 Fungsi Mata
Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan lima kali yaitu waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, dan vitreous humor. Pembiasan terbesar terjadi di kornea. Bagi mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar.
Ada dua macam sel reseptor pada retina, yaitu sel kerucut (sel konus) dan sel batang (sel basilus). Sel konus berisi pigmen lembayung dan sel batang berisi pigmen ungu. Kedua macam pigmen akan terurai bila terkena sinar, terutama pigmen ungu yang terdapat pada sel batang. Oleh karena itu, pigmen pada sel basilus berfungsi untuk situasi kurang terang, sedangkan pigmen dari sel konus berfungsi lebih pada suasana terang yaitu untuk membedakan warna, makin ke tengah maka jumlah sel batang makin berkurang sehingga di daerah bintik kuning hanya ada sel konus saja.
Pigmen ungu yang terdapat pada sel basilus disebut rodopsin, yaitu suatu senyawa protein dan vitamin A. Apabila terkena sinar, misalnya sinar matahari, maka rodopsin akan terurai menjadi protein dan vitamin A. Pembentukan kembali pigmen terjadi dalam keadaan gelap. Untuk pembentukan kembali memerlukan waktu yang disebut adaptasi gelap (disebut juga adaptasi rodopsin). Pada waktu adaptasi, mata sulit untuk melihat.
Pigmen lembayung dari sel konus merupakan senyawa iodopsin yang merupakan gabungan antara retinin dan opsin. Ada tiga macam sel konus, yaitu sel yang peka terhadap warna merah, hijau, dan biru. Dengan ketiga macam sel konus tersebut mata dapat menangkap spektrum warna. Kerusakan salah satu sel konus akan menyebabkan buta warna.
Jarak terdekat yang dapat dilihat dengan jelas disebut titik dekat (punctum proximum). Jarak terjauh saat benda tampak jelas tanpa kontraksi disebut titik jauh (punctum remotum). Jika kita sangat dekat dengan obyek maka cahaya yang masuk ke mata tampak seperti kerucut, sedangkan jika kita sangat jauh dari obyek, maka sudut kerucut cahaya yang masuk sangat kecil sehingga sinar tampak paralel. Lihat Gambar 11.18. Baik sinar dari obyek yang jauh maupun yang dekat harus direfraksikan (dibiaskan) untuk menghasilkan titik yang tajam pada retina agar obyek terlihat jelas. Pembiasan cahaya untuk menghasilkan penglihatan yang jelas disebut pemfokusan.

Penyakit mata

  • Miopi
    Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar.
  • Hipermetropi
    Hipermetropi yaitu seseroang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata.
  • Presbiopi
    Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Biasa terjadi pada lansia.
  • Kerabunan dan kebutaan
    Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apapun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" dengan jari-jarinya. Ini disebut huruf Braille.
  • Buta warna
    Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat membedakan warna. Yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan. Artinya jika seseorang buta warna, hampir pasti anaknya juga buta warna.
  • Katarak
    Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan Lensa Mata dan terjadi pada orang lanjut usia (lansia).

Deteksi penyakit melalui kelainan mata == Penyakit lain juga dapat dideteksi melalui mata dengan tanda-tanda sebagai berikut
  • Mata menonjol dapat berarti kelainan kelenjar gondok, kanker darah, tumor yang berasal dari organ lain seperti paru, payudara, kelenjar getah bening. Kadang-kadang disertai engan gangguan pergerakan bola mata sehingga penderita mengeluh berpenglihatan ganda.
  • Kelainan kelopak mata:
    • Kelopak mata menurun (kelainan saraf, usia tua, atau kencing manis).
    • Kelopak mata tidak bisa menutup rapat (kelainan kelenjar gondok, kelainan saraf atau tumor).
    • Kelopak mata bengkak (ginjal, jantung, alergi, dan sinusitis).
    • Kelopak mata tidak dapat berkedip (lepra).
    • Kelopak mata berkedip secara berlebihan (kelainan saraf/ otak).
  • Mata juling (gangguan saraf/otak, stroke, kencing manis, tumor, dan gondok)
  • Mata merah
    • tanpa nyeri (cacingan, TBC, alergi ringan karena debu atau makanan, alergi berat karena obat, tiroid, HIV/AIDS, tumor)
    • dengan nyeri hebat (rematik, sifilis, sarkoidosis, lupus (penyakit), kencing manis (kadang kadang mata nyeri saat dibuka diwaktu bangun)
    • disertai dengan kornea yang kering dan penebalan selaput lendir (kekurangan vitamin A).
  • Lingkaran putih disekeliling kornea pada usia muda (tingginya kolesterol).
  • Katarak pada usia dini (dibawah usia 61 tahun) menandakan kencing manis. Ibu hamil yang selama masa kehamilan terinfeksi campak juga dapat menyebabkan anaknya lahir dengan katarak.
GLAUKOMA
Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.

Faktor Resiko

Glaukoma bisa menyerang siapa saja. Deteksi dan penanganan dini adalah jalan satu-satunya untuk menghindari kerusakan penglihatan serius akibat glaukoma. Bagi Anda yang berisiko tinggi disarankan untuk memeriksakan mata Anda secara teratur sejak usia 35 tahun. Faktor risiko:
  1. Riwayat glaukoma di dalam keluarga.
  2. Tekanan bola mata tinggi
  3. Miopia (rabun jauh)
  4. Diabetes (kencing manis)
  5. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  6. Migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi buruk)
  7. Kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya
  8. Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama
  9. Lebih dari 45 tahun

Jenis-jenis GLAUKOMA

Primary Open-Angle Glaucoma GLAUKOMA Sudut-Terbuka Primer\\
Glaukoma Sudut-Terbuka Primer adalah tipe yang yang paling umum dijumpai. Glaukoma jenis ini bersifat turunan, sehingga risiko tinggi bila ada riwayat dalam keluarga. Biasanya terjadi pada usia dewasa dan berkembang perlahan-lahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Seringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat dari syaraf optik dan penglihatan terpengaruh secara permanen. Pemeriksaan mata teratur sangatlah penting untuk deteksi dan penanganan dini.
Glaukoma Sudut-Terbuka Primer biasanya membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk menurunkan tekanan dalam mata dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Acute Angle-Closure Glaucoma GLAUKOMA Sudut-Tertutup Akut
Glaukoma Sudut-Tertutup Akut lebih sering ditemukan karena keluhannya yang mengganggu. Gejalanya adalah sakit mata hebat, pandangan kabur dan terlihat warna-warna di sekeliling cahaya. Beberapa pasien bahkan mual dan muntah-muntah. Glaukoma Sudut-Tertutup Akut termasuk yang sangat serius dan dapat mengakibatkan kebutaan dalam waktu yang singkat. Bila Anda merasakan gejala-gejala tersebut segera hubungi dokter spesialis mata Anda.

Secondary GLAUCOMA GLAUKOMA Sekunder
Glaukoma Sekunder disebabkan oleh kondisi lain seperti katarak, diabetes, trauma, arthritis maupun operasi mata sebelumnya. Obat tetes mata atau tablet yang mengandung steroid juga dapat meningkatkan tekanan pada mata. Karena itu tekanan pada mata harus diukur teratur bila sedang menggunakan obat-obatan tersebut

Congenital GLAUCOMA GLAUKOMA Kongenital
Glaukoma Kongenital ditemukan pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran, biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya tekanan bola mata meningkat terus dan menyebabkan pembesaran mata bayi, bagian depan mata berair dan berkabut dan peka terhadap cahaya.

Gejala

Gejala yang dirasakan pertama kali antara lain : bila memandang lampu neon/sumber cahaya maka akan timbul warna pelangi di sekitar neon tersebut, mata terasa sakit karena posisi mata dalam keadaan membengkak, penglihatan yang tadinya kabur lama kelamaan akan kembali normal. Hal inilah yang membuat para penderita glaukoma tidak menyadari bahwa ia sudah menderita penyakit mata yang kronis. Penyakit mata glaukoma ini dapat diderita kedua mata dari si penderita dan jalan satu-satunya untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan operasi.

 KATARAK
Katarak adalah sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan menghalangi jalan cahaya. dalam perkembangan katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan penguatan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, menguning secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika tidak diobati. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.
Sebuah katarak senilis, yang terjadi pada usia lanjut, pertama kali akan terjadi keburaman dalam lensa, kemudian pembengkakan lensa dan penyusutan akhir dengan kehilangan transparasi seluruhnya. Selain itu, seiring waktu lapisan luar katarak akan mencair dan membentuk cairan putih susu, yang dapat menyebabkan peradangan berat jika pecah kapsul lensa dan terjadi kebocoran. bila tidak diobati, katarak dapat menyebabkan glaukoma.

Penyebaran

Katarak yang terjadi akibat usia lanjut bertanggung jawab atas 48% kebutaan yang terjadi di dunia, yang mewakili 18 juta jiwa, menurut WHO. kelayakan bedah katarak di beberapa negara belum memadahi sehingga katarak tetap menjadi penyebab utama kebutaan. Bahkan di mana ada layanan bedah yang tersedia, pengelihatan rendah yang terkait dengan katarak masih dapat dijumpai, sebagai hasil dari lamanya menunggu untuk operasi dan hambatan untuk dioperasi, seperti biaya, kurangnya informasi dan masalah transportasi.
Di Amerika Serikat, katarak yang terjadi akibat usia lanjut dilaporkan mencapai 42% dari orang-orang antara usia 52 sampai 64, 60% dari orang-orang antara usia 65 dan 74, dan 91% dari mereka antara usia 75 - 85.

Gejala

Penderita katarak akan mengalami pengelihatan yang buram, ketajaman pengelihatan berkurang, sensitivitas kontras juga hilang, sehingga kontur, warna bayangan dan visi kurang jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata. Tes sensitivitas kontras harus dilakukan dan jika kekurangan sensitivitas kontras terlihat makan dianjurkan untuk konsultasi dengan spesialis mata.
Di dunia berkembang, khususnya di kelompok berisiko tinggi seperti penderita diabetes, disarankan untuk mencari konsultasi medis jika 'halo' yang terjadi disekitar lampu jalan di malam hari, terutama jika fenomena ini tampak hanya dengan satu mata.
Gejala-gejala katarak sangat mirip dengan gejala citrosis mata.

Penyebab


lampu celah foto pemburaman kapsuler anterior terlihat beberapa bulan setelah implantasi lensa intraokular di mata, gambar diperbesar
Katarak berkembang karena berbagai sebab, seperti kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultra violet, radiasi, efek sekunder dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi, usia lanjut, atau trauma(dapat terjadi lebih awal), mereka biasanya akibat denaturasi dari lensa protein. faktor-faktor genetik sering menjadi penyebab katarak kongenital dan sejarah keluarga yang positif juga mungkin berperan dalam predisposisi seseorang untuk katarak pada usia lebih dini, fenomena "antisipasi" dalam katarak pra-senilis.
Katarak juga dapat diakibatkan oleh cedera pada mata atau trauma fisik. Sebuah studi menunjukan katarak berkembang diantara pilot-pilot pesawat komersial tiga kali lebih besar dari pada orang-orang dengan pekerjaan selain pilot. Hal ini diduga disebabkan oleh radiasi berlebihan yang berasal dari luar angkasa. Katarak juga biasanya sering terjadi pada orang yang terkena radiasi inframerah, seperti para tukang (meniup)kaca yang menderita "sindrom Pengelupasan". Eksposur terhadap radiasi gelombang mikro juga dapat menyebabkan katarak. Kondisi atopik atau alergi yang juga dikenal untuk mempercepat perkembangan katarak, terutama pada anak-anak.
Katarak dapat terjadi hanya sebagian atau penuh seluruhnya, stasioner atau progresif, keras atau lembut.
Beberapa obat dapat menginduksi perkembangan katarak, seperti kortikosteron dan Seroquel.(wikipedia)

Senin, 14 Maret 2011

AYAN Penyakit Saraf Manusia

Tahukah Anda apa saja yang merupakan penyakit saraf manusia? Mungkin di antara kita pernah dikejutkan oleh seseorang yang secara tiba-tiba terjatuh, menggelepar, kejang-kejang, dan disertai buih busa yang keluar dari mulutnya. Tentu saja kita terkejut sebab kejadiannya begitu tiba-tiba. Panik sudah tentu sebab kita tidak tahu harus berbuat apa.
Terlebih lagi, banyak di antara kita tidak mengetahui persis mengapa seseorang tiba-tiba mengalami kejadian seperti itu. Seorang tokoh Yunani bernama Hippocrates adalah orang yang pertama kali mengidentifikasi gejala tersebut sebagai masalah pada otak atau disebabkan oleh roh jahat.


Epilepsi
Kejadian kejang-kejang tersebut merupakan suatu penyakit yang disebabkan terganggunya sistem saraf pada manusia. Jelaslah penyakit saraf ini hanya menimpa manusia sebab penyakit ini termasuk salah satu penyakit saraf manusia.
Tidak banyak yang tahu jika epilepsi atau yang lebih banyak dikenal masyarakat dengan istilah ayan merupakan penyakit saraf manusia. Ayan merupakan penyakit saraf tahunan yang timbul karena serangan mendadak berulang-ulang.
Sebagian masyarakat zaman dulu kerap memasukkan sendok ke dalam mulut penderita ayan jika penyakit saraf ini kambuh. Mereka beranggapan sendok akan menghalangi lajunya busa dari dalam mulut sehingga penderita bisa segera kembali normal. Benar atau tidaknya, tentu mesti dibuktikan secara medis.
Pada penderita penyakit saraf manusia jenis ini, jutaan sel saraf (neuron) yang terdapat di dalam tubuh mempunyai tugas untuk mengkoordinasikan seluruh aktivitas manusia. Pada penderita penyakit saraf ini, sinyal-sinyal yang berhubungan dengan perasaan, penglihatan, berpikir, dan bergerak, tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.


Penyebab
Biasanya, hal itu disebabkan pernah terjadinya cedera di kepala, tumor otak, stroke, pengonsumsian alkohol, dan hal lain yang berhubungan dengan neuron. Bahkan, penyakit ayan bisa disebabkan saat proses kelahiran yang mengakibatkan kerusakan otak. Penyakit saraf ini bisa juga disebabkan faktor genetik, namun bukan merupakan penyakit turunan.
Alkohol menjadi penyebab ayan bukan pada saat meminum alkohol. Namun, sifatnya dilihat dari segi intensitas, kadar, dan efeknya. Pengonsumsian alkohol dalam jumlah tinggi, berlebih, dan sering, bisa memicu kerusakan sistem otak manusia.
Sifat alkohol yang keras bisa memicu rusaknya sel otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak. Akhirnya, seseorang tersebut bisa menderita penyakit saraf. Untuk mendiagnosis kerusakan otak, yaitu dengan menggunakan alat bantu.


Diagnosis
Alat bantu yang biasa digunakan untuk mengetahui kerusakan otak, yaitu Magnetic Resonance Imaging (MRI). Dalam alat ini, magnet yang sangat kuat dapat memberikan gambaran dalam tubuh atau otak seseorang. Alat bantu MRI memiliki kepekaan lebih untuk mengetahui otak daripada CT Scan.
Selain MRI, bisa digunakan sebuah alat yang dapat memeriksa gelombang otak. Alat ini diberi nama Electroencephalography (EEG).


Pengobatan
Penyakit ayan terkadang kambuh di saat yang tidak bisa diprediksi. Penyakit saraf ini termasuk penyakit saraf menahun. Meski termasuk penyakit saraf menahun, bukan berarti tidak bisa diobati. Penanganan yang tepat dapat mengembalikan fungsi sel otak sebagaimana mestinya.
Ada pun obat-oabat yang bisa dikonsumsi untuk membantu kesembuhan penderita penyakit saraf manusia ini, yaitu Carbamazepine, Carbatrol, Clobazam, Clonazepam, Depakene, Depakote, Depakote ER, Diastat, Dilantin, Felbatol, Frisium, Gabapentin, Gabitril, Keppra, Klonopin, Lamictal, Lyrica, Mysoline, Neurontin, Phenobarbital, Phenytek, Phenytoin, Sabril, Tegretol, Tegretol XR, Topamax, Trileptal, Valproic Acid, Zarontin, Zonegran, dan Zonisamide.
Tentunya, penggunaan obat-obatan tersebut harus dengan pengawasan dan resep dokter.
Sumber www.anneahira.com

SISTEM KOORDINASI

NEURON 


 Struktur sel syaraf
nervou2 
            
 a. Dendrit
 Merupakan penjuluran sitoplasma (penonjolan tipis dari soma) ke beberapa arah berupa serabut pendek dan bercabang .
 Berfungsi menghantarkan impuls (pesan) dari reseptor ke badan sel (soma).
 b. Soma
     Merupakan badan utama dari neuron . Di dalam badan sel terdapat nukleus, sitoplasma, ribosom, mitokondria, retikulum endoplasma, dan badan golgi.
 c. Akson
      Bagian dari neuron yang berukuran panjang dan berfungsi menghantarkan impuls dari badan sel ke luar.
      Sebuah akson tunggal yang memanjang dari soma ke dalam saraf perifer yang meninggalkan medula spinalis.
Kebanyakan, setiap akson dibungkus oleh selubung mielin yang dapat memperbesar diameter neuron sehingga meningkatkan kecepatan impuls neurologis, yaitu 120 meter per detik atau 20 kali lebih cepat dibanding neuron yang tidak berselubung mielin. Selubung mielin tersebut disusun oleh sel – sel khusus yang disebut sel schwann.
 Pada bagian akson terdapat  bagian atau titik yang tidak terbungkus selubung mielin disebut  Nodus Ranvier,  memiliki diameter sekitar 1 mikrometer. Nodus Ranvier ditemukan oleh Louis-Antoine Ranvier. Selubung mielin berfungsi sebagai pelindung akson dan membungkusnya, namun selubung ini tidak membungkus secara keseluruhan, dan yang tidak terbungkus merupakan Nodus Ranvier (mempercepat penghantaran impuls)
 Akson memiliki cabang-cabang dan pada setiap ujung cabangnya terdapat suatu penonjolan yang disebut sebagai bonggol akson /terminal akson/terminal knobs,synaptic knobs.
 Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pra-sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut post-sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin.
 Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron pra-sinapsis ke post-sinapsis. Neurontransmitter ada bermacam-macam misalnya asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh, noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik, dan dopamin serta serotonin yang terdapat di otak. Asetilkolin kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran post-sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. Bila asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka akan diuraikan oleh enzim asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh membran post-sinapsis.
Bagian akson yang tidak diselubungi myelin disebut nodus ranvier
Neurit nerupakan cabang akson
           


SEL SEL PENYOKONG
 1. NEUROGLIA
Mengandung berbagai macam sel yang secara keseluruhan menyokong, melindungi dan sumber nutrisi sel syaraf (neuron) pada otak dan sumsum tulang belakang.
Menyusun 40 % volume otak dan medulla spinalis
  MACAM NEUROGLIA :

neuroglia_cell_types
  Gambar 1. Macam Neuroglia
  •  Oligodendroglia     : menghasilkan myelin dalam susunan syaraf pusat.
  • Ependima               : memproduksi Cerebro Spinal Fluid
  • Astroglia                : Sel pemberi makan bagi neuron, berbentuk bintang dengan    banyak tonjolan dan kebanyakan berakhir pada pembuluh darah.
  • Microglia                 :  mempunyai sifat phagocyte yang menyingkirkan debris-debris yang dapat berasal dari sel-sel otak yang mati, bakteri dan lain-lain ( melawan infeksi ).
 2. SEL SCHWANN
Merupakan pelindung dan penyokong neuron-neuron di luar sistem syaraf pusat.
Membentuk myelin maupun neurolemma syaraf tepi.
Neurolemma adalah membran sitoplasma halus yang dibentuk sel schwann yang membungkus semua neuron susunan saraf tepi (bermielin atau tak bermielin) yang merupakan penyokong dan pelindung sel syaraf.
schwann3
              Gambar 2. SEL SCHWANN

Macam Neuron

Neuron sensorik
berfungsi membawa impuls dan penerima atau reseptor ke urat saraf pusat, Dendritnya selalu menempel di reseptor, Neuritnya menempel di Pusat syaraf

Neuron motorik
berfungsi membawa impuls dari pusat saraf menuju ke otot atau kelenjar. / effektor, Dendritnya selalu menempel pusat syaraf, Neuritnya menempel di effektor

Neuron konektor/ perantara atau neuron asosiasi
berfungsi mengantar impuls di antara neuron motorik dan sensorik.

   
 Gerak refleks berikut memperlihatkan 3 jenis neuron yang terlibat, neuron sensorik, neuron motorik dan interneuron.
grk reflek
                                           Gambar gerak refleks
3. Mekanisme jalannya impuls syaraf.
 Impuls dapat dikatakan sebagai ”aliran listrik” yang merambat pada serabut saraf. Jika sebuah serabut saraf tidak menghantarkan impuls, dikatakan bahwa serabut saraf tersebut dalam keadaan istirahat. Impuls dapat dihantarkan melalui sel saraf dan sinapsis.
                         
a. Impuls Melalui Sel Saraf (Impuls syaraf melintasi membran plasma)
    Impuls dapat mengalir melalui serabut saraf karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam serabut saraf (akson), Adanya perbedaan potensial listrik tersebut dikarenakan  perbedaan muatan di dalam dan di luar membran plasma akson yang disebabkan oleh perbedaan dalam penyebaran ion pada kedua sisi mebran tersebut.
.  Pada saat sel saraf istirahat, sebelah dalam serabut saraf bermuatan negatif, kira-kira –60 mV, sedangkan di sebelah luar serabut saraf bermuatan positif Konsentrasi ion Na+ di luar akson lebih besar dibanding di dalam, dan konsentrasi ion K+ di dalam lebih besar dibanding di luar)
    Keadaan muatan listrik tersebut diberi nama potensial istirahat, sedangkan membran serabut saraf dalam keadaan polarisasi. Jika sebuah impuls merambat melalui sebuah akson, dalam waktu singkat muatan di sebelah dalam menjadi positif, kira-kira +60 mV ini terjadi karena permeabilitas terhadap ion Na+ meningkat, akibatnya Na+ yang berasal dari luar membran mudah masuk ke dalam akson dan muatan berubah menjadi positif. Setelah Na+ masuk ke dalam membran plasma akson , dengan cepat ion K+ ditranspor ke luar membran , dan muatan di sebelah luar menjadi negatif. Perubahan tiba-tiba pada potensial istirahat bersamaan dengan impuls disebut potensial kerja. Pada saat ini terjadi depolarisasi pada selaput membran akson. Proses depolarisasi merambat sepanjang serabut saraf bersamaan dengan merambatnya impuls. Akibatnya, muatan negatif di sebelah luar membran merambat sepanjang serabut saraf.
   Apabila impuls telah lewat, maka sementara waktu serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls karena terjadi perubahan dari potensial kerja menjadi potensial istirahat. Agar dapat berfungsi kembali, diperlukan waktu kira-kira 1/500 sampai 1/1.000 detik untuk pemulihan.
   Kecepatan merambatnya impuls pada mamalia tertentu dapat lebih dari 100 meter per detik sedangkan pada beberapa hewan tingkat rendah kira-kira hanya 0,5 meter per detik. Ada dua faktor yang mempengaruhi kecepatan rambatan impuls saraf, yaitu selaput mielin dan diameter serabut saraf. Pada serabut saraf yang bermielin, depolarisasi hanya terjadi pada nodus Ranvier sehingga terjadi lompatan potensial kerja, akibatnya impus saraf lebih cepat merambat. Semakin besar diameter serabut saraf semakin cepat rambatan impuls sarafnya.
b. Impuls Melalui Synapsis
Synaps menghubungkan akson dari suatu neuron dengan dendrit dari neuron lainnya.
Setiap ujung akson membengkak membentuk bonggol yang disebut bonggol sinapsis. Pada bonggol sinapsis tersebut terdapat mitokondria dan gelembung-gelembung sinapsis. Gelembung-gelembung sinapsis tersebut berisi zat kimia neurotransmitter yang berperan penting dalam merambatkan impuls saraf ke sel saraf lain.
Antara ujung bonggol sinapsis dengan membran sel saraf berikutnya terdapat celah sinapsis yang dibatasi oleh membran prasinapsis dan membran postsinapsis dari sel saraf berikutnya atau membran efektor. Apabila impuls saraf sampai pada bonggol sinapsis, maka gelembung-gelembung sinapsis akan mendekati membran prasinapsis, kemudian melepaskan isinya, yaitu neurotransmitter, ke celah sinapsis. Impuls saraf dibawa oleh neurotransmitter ini. Neurotransmitter menyeberang celah sinapsis menuju membran postsinapsis. Zat kimia neurotransmitter  mengakibatkan terjadinya depolarisasi pada membran postsinapsis dan terjadilah potensial kerja. Ini berarti impuls telah diberikan ke sarabut saraf berikutnya. Dengan demikian impuls saraf menyeberangi celah sinapsis dengan cara perpindahan zat-zat kimia, untuk kemudian dilanjutkan pada sel saraf berikutnya dengan cara rambatan potensial kerja.
Apabila neurotransmitter sudah melaksanakan tugas, neurotransmitter  akan diuraikan oleh enzim yang dihasilkan oleh membran postsinapsis, Misalnya, apabila neurotransmitter berupa asetikolin maka enzim yang menguraikannya adalah enzim asetilkolinesterase.
Gelembung-gelembung sinapsis yang menyimpan dan melepaskan transmitter molekul kecil terus menerus mengalami daur ulang , artinya dapat dipakai lagi. Setelah mereka bersatu dengan membran sinaptik dan membuka untuk melepaskan substansi transmitternya mula – mula gelembung membran menjadi bagian dari membran sinaptik. Namun , dalam beberapa detik sampai beberapa menit , bagian gelembung dari membran masuk kembali ke bagian dalam ujung presinaptik dan mencomot untuk membentuk gelembung baru. Gelembung ini tetap berisi protein transpor yang sesuai untuk mengkonsentrasikan substansi transmitter baru di bagian dalam gelembung.



Koordinasi syaraf :
menerima informasi dalam bentuk rangsangan atau stimulus dan luar /iritabilitas
memproses informasi atau rangsangan yang diterima.
memberi tanggapan atau merespon rangsangan yang diterima tersebut/kondukktifitas
    Sistem saraf mencakup system
    Sistem saraf sadar mengatur dan mengoordinasikan kerja organ tubuh yang bekenja di bawah kesadaran
    Sistem saraf tak sadar bertungsi mengatur dan mengkoordinasikan kerja organ tubuh yang bekerjanya di luar kesadaran.

      Medula oblongata/ Sumsum lanjutan
      Mengatur pernapasan dan denyutan jantung.
      merupakan penghubung sumsum tulang belakang dengan otak.
        Cerrebellum / Otak kecil ( Belum besar artinya kecil)
        Mengatur keseimbangan tubuh.  Otak kecil tersusun dari dua belahan kanan dan kiri yang dihubungkan oleh jembatan varol.

          Syaraf Otonom
          syarat yang mengatur gerakan organ tubuh yang proses bekerjanya di luar kesadaran,  terdiri atas saraf simpatetik dan saraf parasimpatetik
            Syaraf simpatis mempercepat denyut jantung (untuk memenuhi energi sel yang cemas)
            Oksigen diperbesar dengan Bronchus membesar , tekanan darah tinggi , pembuluh darah mengecil
            Glukosa segera dibongkar dihati dari glikogen , dengan Di sekresikan adrenalin dari anak ginjal (Adrenal )
            Kerja pencernaaan OFF . (Kerja saraf simpatetik dan parasimpatetik saling antagonis, bagaikan dalam kendaraan menunjukkan fungsi rem dan gas)
              Gerak Refleks
              Gerakan reflek, gerakan yang benlangsung secara cepat tanpa disadari. Adapun gerakan biasa adalah gerakan yang berlangsung karena penintah otak atau disadari
              Jalannya rangsang pada gerak reflek adalah: Rangsang — urat saraf sensorik urat saraf konduktor — urat saraf motorik — gerakan otot.
              Jalannya rangsang untuk gerakan biasa adalah : Rangsang — urat saraf sensorik — otak — urat saraf motorik — gerakan otot. Pembahasan:

                Cerebrum
                Otak besar dibedakan menjadi dua bagian atau hemister yakni bagian kanan dan kiri,
                Masing-masing hemister terdiri atas empat bagian: lobus frontal, lobus parietal, lobus temporal dan lobus okipital yang merupakan pusat indra.)
                Pusat indra terletak di lobus frontalis
                Pusat pendengaran di lobus temporalis
                Pusat penglihatan di lobus occipitalis.
                Pusat penerima impuls rasa hangat, dingin, sentuhan dan tekanan di lobus parietal
                    Meninges   Selaput pembungkus otak  tersusun atas tiga lapisan  Radang selaput otak disebut Meningitis disebabkan oleh serangan bakteri
                      Ada 3 lapisan berurutan dari luar kedalam
                      Meninges durameter, yaitu membran paling luar melekat erat pada tulang tengkorak dan menggantung agak longgar pada dinding tulang belakang.
                      Meninges arakhoid, yaitu membran serupa sarang laba-laba, berada di antara bagian dalam dan luar. Di antara membran arakhoid dan meninges piameter terdapat rongga berisi cairan serebrospinal, benfungsi sebagai bantalan pelindung otak dan sumsum tulang belakang
                      Meninges piameter, merupakan membran bagian dalam, melekat erat pada penmukaan otak dan sumsum tulang belakang, berisi pembuluh darah. Berfungsi membungkus dan menyokong otak dan sumsum tulang belakang. Terdapat Cairan serebrospinal berada di dalam piameter, merupakan cairan transparan berwarna kekuningan. cairan serebrospinal bertindak sebagai suatu bantal yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang dari luka,
                        Syaraf tepi
                        Ada 12 pasang dari Otak ( Cerebral )
                        Ada 31 pasang dari sumsum tulang belakang ( Spinal)
                          Gyrus
                          lembaran tipis jaringan saraf yang banyak mengandung neuron yang ada dipermukaan otak besar
                          Lapisan ini disebut substansi kelabu atau korteks otak besar.
                          Bagian bukit korteks disebut giri lembah korteks disebut celah.
                          Perkembangan korteks otak besar memengaruhi kemampuan cara berfikir abstrak, belajar dan berperilaku
                          Semakin banyak gyrus semakin cerdas

                            Medulla Spinalis (Sumsum tulang Belakang )
                            Bagian depan lajur disebut anterior, bagian belakangnya disebut posterior.


                              Bagaiman Cara Kerjanya Sitem Saraf itu?
                              Karena merupakan sistem maka dipastikan team work , nggak bisa sendiri, semua penting
                              lihat sendiri kan penting semua antar unitnya
                              1. Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indra
                              2. Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar
                              3. Serabut Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak
                              4. Serabut Saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak
                              5. Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain.

                              Sedang otaknya sendiri ngapain ya , kalau unitnya saja penting mosok ia nggak ngapa ngapain
                              Otak kita sangat sistematis kerjanya , komputer aja lewat .
                                Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:
                                1. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea)
                                2. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba)
                                3. sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat

                                Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi susunannya berbeda.
                                Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah.
                                Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa materi putih. OK
                                  1. Otak

                                  Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu:
                                  1. otak besar (serebrum)
                                  2. otak tengah (mesensefalon)
                                  3. otak kecil (serebelum)
                                  4. sumsum lanjutan (medulla oblongata)
                                  5. jembatan varol.
                                  1. Otak besar (serebrum)

                                  • Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.
                                  • Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak.
                                  • Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan.
                                  • Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik.
                                  • Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa.
                                  • Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi.
                                  • Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi.
                                  • Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.

                                  Gbr. Otak dengan bagian-bagian penyusunnya


                                  2. Otak tengah (mesensefalon)

                                  • Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol.
                                  • Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin.
                                  • Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.

                                  3. Otak kecil (serebelum)

                                  • Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh.
                                  • Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.
                                  4. Jembatan varol (pons varoli)

                                  • Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan
                                  • juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.
                                  5. Sumsum lanjutan (medulla oblongata)

                                  • Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak.
                                  • Sumsum lanjutan menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang
                                  • refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.
                                  • Selain itu juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip.

                                  6. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)

                                  • Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu.
                                  • Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral.
                                  • Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor.
                                  • Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor.
                                  • Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi.
                                  • Kumpulan serabut saraf membentuk saraf (urat saraf).
                                  • Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.
                                  Gbr. Penampang melintang sumsum tulang belakang


                                  SISTEM SYARAF TEPI
                                  Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadai dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom).
                                  Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak,
                                  Sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat.

                                    Gbr. Saraf tepi dan aktivitas-aktivitas yang dikendalikannya

                                    Sistem Saraf Sadar
                                      Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang belakang, yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.
                                      Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari:
                                      1. Tiga pasang saraf sensori, yaitu saraf nomor 1, 2, dan 8
                                      2. Lima pasang saraf motor, yaitu saraf nomor 3, 4, 6, 11, dan 12
                                      3. Empat pasang saraf gabungan sensori dan motor, yaitu saraf nomor 5, 7, 9, dan 10.

                                      • Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher, kecuali nervus vagus yang melewati leher ke bawah sampai daerah toraks dan rongga perut.    Nervus vagus membentuk bagian saraf otonom.  Oleh karena daerah jangkauannya sangat luas maka nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf otak yang paling penting.   Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang saraf gabungan.
                                      Berdasarkan asalnya, saraf sumsum tulang belakang dibedakan ata
                                      8 pasang saraf leher
                                      12 pasang saraf punggung
                                      5 pasang saraf pinggang
                                      5 pasang saraf pinggul
                                      dan satu pasang saraf ekor.

                                        Beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf yang disebut pleksus.
                                        Ada 3 buah pleksus yaitu sebagai berikut.
                                        Pleksus cervicalis merupakan gabungan urat saraf leher yang mempengaruhi bagian leher, bahu, dan diafragma.
                                        Pleksus brachialis mempengaruhi bagian tangan.
                                        Pleksus Jumbo sakralis yang mempengaruhi bagian pinggul dan kaki.

                                          Saraf Otonom
                                          Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan.
                                          Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion.
                                          Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.
                                            Sistem saraf otonom dapat dibagi menjadi 2
                                            1. sistem saraf simpatik
                                            2. sistem saraf parasimpatik.
                                            • Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion.  Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek,  sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu.
                                            • Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan (antagonis).  Sistem saraf parasimpatik terdiri dari keseluruhan "nervus vagus" bersama cabang-cabangnya ditambah dengan beberapa saraf otak lain dan saraf sumsum lanjutan /sumsum sambung.
                                            Perbedaan Fungsi Saraf Otonom
                                            Parasimpatik
                                            * mengecilkan pupil
                                            * menstimulasi aliran ludah
                                            * memperlambat denyut jantung
                                            * membesarkan bronkus
                                            * menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan
                                            * mengerutkan kantung kemih
                                            Simpatik
                                            * memperbesar pupil
                                            * menghambat aliran ludah
                                            * mempercepat denyut jantung
                                            * mengecilkan bronkus
                                            * menghambat sekresi kelenjar pencernaan
                                            * menghambat kontraksi kandung kemihTubuh manusia terdiri atas bermacam-macam sistem organ tubuh, sistem-sitem organ tersebut bekerjasama dan saling mendukung dalam menjalankan aktifitas metabolisme tubuh. Sebagai pengatur dan pengontrol aktifitas tubuh tersebut, ada suatu sistem yang disebut sistem koordinasi. Otak adalah salah satu penyusunnya. Sistem koordinasi ini mengatur semua sistem organ agar dapat bekerja secara serasi. Jika kita mendengar berita sedih, kita akan merasakan kesedihan tanpa disadari, aktifitas tersebut memerlukan pengkoordinasian yang cukup rumit, walau tampaknya sederhana. Sistem koordinsai bekerja untuk menerima rangsang, mengolahnya, kemudian rangsangan itu diteruskan di otak. Tentu saja otak kita perlu istirahat, untuk bekerja dengan baik.
                                            Sistem koordinasi terdiri atas sistem saraf, alat indera, dan   sistem hormon. Kegiatan tubuh, seperti memasukkan makanan, merupakan kegiatan yang disadari. Kedua aktifitas tersebut, dapat berjalan dengan lancar tanpa mengganggu aktifitas lainnya dan sistem koordinasi merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan aktifitas organ-organ tubuh.

                                             Pengaruh Obat-obatan terhadap kerja sistem saraf
                                            Obat-obatan biasanya digunakan untuk menyembuhkan penderita suatu penyakit.
                                            a. Alkohol, alkohol yang beredar dapat berupa metanol, etanol, ataupun butanol.
                                            b. Narkotika, merupakan terjemahan dari narkose yang berarti menidurkan.
                                            c. Obat-obat psikotropika, adalah berbagai jenis obat untuk pengobatan yang berdaya kerja keras dan dapat menimbulkna efek adiksi sebagai mana narkotik sehingga penggunanya harus dalam pengawasan dokter.
                                            d. Bahan penikmat, merupakan bahan yang sehari-hari sering digunakan, seperti nikotin yang terkandung dalam tembakau (Rokok), dan kafein yang terdapat dalam kopi.

                                            . Reseptor-Reseptor pada alat Indera
                                            1. Reseptor pada mata
                                            Mata sebagai organ penglihatan mempunyai sejumlah reseptor untuk cahaya atau fotoreseptor. Itulah sebabnya kita dapat melihat benda dan dapat membedakan warna. Bola mata terdiri atas tiga lapis, yaitu sklera, koroid dan retina.
                                            2. Reseptor pad Telinga
                                            Telinga merupakan indera pendengar sehingga banyak dilengkapi reseptor khusus untuk getaran dan keseimbangan. Telinga terdiri atas 3 bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan. Intereseptor khusus yang berfungsi sebagai alat keseimbangan tersebut terletak pad telinga dalam yang disebut saluran gelung (labirin).
                                            3. Reseptor pada Kulit
                                            Kulit merupakan indera peraba. Akibatnya, kulit banyak mengandung reseptor yang yang peka terhadap panas, dingin, sentuhan, tekanan dan nyeri. Ujung-ujung reseptor tersebut terdapat pada folikel rambut pada lapisan dermis.
                                            4. Reseptor pada Lidah
                                            Makanan yang dapat diketahui rasanya karena adanya, reseptor pengecap pada lidah yang disebut sel-sel pengecap atau puting pengecap.
                                            5. Reseptor pada hidung
                                            Hidung merupakan indera pembau sehingga didalamnya banyak sel-sel sensoris yang peka terhadap gas-gas kimia yang berhubungan dengan bau dan aroma.

                                            Sistem Hormon
                                            Hormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar buntu (endoktrin) yang berfungsi untuk pertumbuhan, reproduksi, tingkah laku dan keseimbangan.
                                            1. Kelenjar Hipofisis, kelenjar ini terdapat di dasar otak yaitu sella tursica.
                                            a. Hipofisis bagian depan
                                            b. Hipofisis bagian tengah
                                            c. Hipofisis bagian belakang
                                            2. Kelenjar Tiroid, atau kelenjar gondok terletak pada leher bagian depan dibawah jakun.
                                            3. Kelenjar Paratiroid, berjumlah 4 buah dan terletak di belakang kelenjar tiroid
                                            4. Kelenjar Adrenal, atai kelenjar anak ginjal berjumlah 2 buah dan terletak diatas ginjal
                                            5. Kelenjar Pankreas, terletak dekat usus 12 jari dan hati
                                            6. Kelenjar Kelamin.
                                            a. Kelenjar Kelamin Pria, atau testis akan mensekresikan hormon testosteron. Hormon ini berfungsi merangsang pematangan sperma dan pembentukan tanda-tanda kelamin sekunder pria, seperti pertumbuhan kumis, janggut dan bulu dada.
                                            b. Kelenjar kelamin Wanita, atau ovarium berfungsi menghasilkan sel telur dan hormon estrogen dan progesteron

                                              Hormon dan Tekhnik Keluarga Berencana
                                            Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menciuptakan keluarga kecil bahagia dan sejahtewra melalui pengaturan kelahiran.
                                            Pengaturan kelahiran dapat dilakukan dengan cara mekanik, sterilisasi, permanen, serat kimia dan hormon.

                                             Hubungan Saraf dan Hormon
                                            Sistem saraf dan sistem hormon merupakan sistem koordinasi. Kedua sistem ini mengatur dan mengendaluikan semua aktivitas tubuh secara langsung maupun tidak langsung. Pengaturan dan pengendalian tersebut dilakukan dalam bentuk penyampaian dan pengolaha sistem informasi uyang kemudian dijawab dalam bentuk respon atau tanggapan. Antara sistem saraf dan sistem hormon terdapat hubungan yang erat. Sistem hormon dapat bekerja jika ada pengendalian dari sistem saraf.                                  
                                             Sistem syaraf , bersama dengan sistem endokrin, mengurus sebagian besar pengaturan fungsi tubuh. Pada umumnya sistem syaraf ini mengatur aktivitas tubuh yang cepat , misalnya kontraksi otot , perubahan viseral yang berlangsung dengan cepat , dan bahkan juga kecepatan sekresi beberapa kelenjar endokrin.
                                             Sistem syaraf dibangun oleh sel-sel syaraf (neuron)  yang mampu menghantarkan pesan dalam bentuk impus impuls syaraf . Sistem syaraf pusat terdiri atas lebih dari 100 juta neuron .